Upacara Kasada Bromo
Bromo mempunyai pesona alam yang sangat luar biasa, tidak akan pernah habis kekaguman kita oleh pemandangan alam yang indah. Gunung Bromo berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti Brahma atau seorang dewa yang utama, gunung bromo ini merupakan gunung yang masih aktif dan objek pariwisata yang sangat terkenal diwilayah jawa Timur. Gunung bromo mempunyai ketinggian 2.400 meter diatas permukaan laut.

Padang Savana dialam pegunungan yang sangat sejuk, kita dapat melihat rerumputan kering dan padang pasir yang sangat luas. Yang sangat menarik dan indah pada saat matahari terbit yang kita lihat dari Puncak Gunung di Pananjakan, karena kabut yang menyelimuti bawah gunung bromo membuat panorama indah dan mistik. Untuk mencapai gunung pananjakan kita dapat menyewa mobil hardtop yang banyak terdapat di penginapan. Atau jika anda ingin menikmati pemandangan secara alami dan sehat anda dapat melewati jalan setapak menunuju jalan penanjakan. Tetapi sangat disarankan anda menyewa guide yang sudah sangat terbiasa akan jalan dan medan di Bromo.

Selain itu juga Suku Tengger memiliki daya tarik yang luar biasa karena mereka sangat berpegang teguh pada adat istiadat dan budaya yang menjadi pedoman hidupnya. Pada tahun 1990 suku tengger tercatat berjumlah 50 ribu yang tinggal dilereng gunung Semeru dan disekitar kaldera. Mereka sangat dihormati oleh penduduk sekitar karena mereka sangat memegang teguh budaya mereka dengan hidup jujur dan tidak iri hati. Konon Suku tengger adalah keturunan Roro Anteng(putri Raja Majapahit) dan Joko Seger (putera brahmana). Bahasa daerah yang mereka gunakan sehari hari adalah bahasa jawa kuno. Mereka tidak memiliki kasta bahasa, sangat berbeda dengan Bahasa jawa yang dipakai umumnya karena mempunyai tingkatan bahasa.
Sejak Jaman Majapahit konon wilayah yang mereka huni adalah tempat suci, karena mereka dianggap abdi – abdi kerajaan Majapahit. Sampai saat ini mereka masih menganut agama hindu, Setahun sekali masyarakat tengger mengadakan upacara yadnya Kasada. Upacara ini berlokasi disebuah pura yang berada dibawah kaki gunung bromo. Dan setelah itu dilanjutkan kepuncak gunung bromo. Upacara dilakukan pada tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama dibulan kasodo menurut penanggalan jawa.

Tempat untuk mengadakan upacara kasada adalah Pura Luhur Poten Gunung Bromo, tidak seperti pemeluk hindu pada umumnya yang memiliki candi candi sebagai tempat ibadah. Namun poten merupakan sebidang tanah dilahan pasir sebagai tempat berlangsungnya upacara kasada. Asal usul upacara Kasada terjadi beberapa abad yang lalu “Pada masa pemerintahan Dinasti Brawijaya dari kerajaan Majapahit, permaisuri dikaruniai anak perempuan yang bernama Roro Anteng. Setelah beranjak dewasa sang Putri jatuh cinta kepada seorang pemuda anak dari Kasta Brahmana yang bernama Joko Seger. Pada saat Kerajaan Majapahit mengalami kemerosotan dan semakin berkibarnya perkembangan Islam di P Jawa. Beberapa orang kepercayaan kerajaan dan sebagian keluarganya memutuskan pergi kewilayah timur. Dan sebagian besar ke kawasan pegunungan tengger, termasuk Roro Anteng dan Joko Seger. Setelah mereka menjadi penguasa diwilayah ini, mereka sangat sedih karena belum dikaruniai seorang anak. Berbagai macam cara mereka coba, sampai pada akhirnya mereka kepuncak Gunung Bromo untuk bersemedi. Akhirnya permintaan mereka dikabulkan dengan munculnya suara gaib, dengan syarat anak bungsu mereka setelah lahir harus dikorbankan kekawah gunung bromo. Setelah mereka dikaruniai 25 orang anak, tiba saatnya mereka harus mengorbankan si bungsu. Tetapi mereka tidak tega melakukannya, karena hati nurani orang tua yang tidak tega membunuh anaknya. Akhirnya sang dewa marah dan menjilat anak bungsu tersebut masuk kekawah gunung, timbul suara dari si bungsu agar orang tua mereka hidup tenang beserta saudara-saudaranya. Dan tiap tahun untuk melakukan sesaji yang dibuang ke gunung bromo. Sampai sekarang adat istiadat ini dilakukan secara turun menurun.

Untuk dapat melihat upacara kasada bromo lebih baik kita datang sebelum tengah malam, karena ramainya persiapan para dukun. Hari hari upacara kasada bromo, banyak penduduk sekitar yang berdatangan. Baik mengendarai sepeda motor atau kendaraan pribadi lainnya. Sehingga mengakibatkan jalanan kebawah menuju kaki gunung sangat macet. Dan bisa membuat Mobil dari gerbang tidak bisa turun kebawah. Jalan lain kebawah yaitu anda berjalan dengan rombongan rombongan penduduk yang menuju pura. Karena jika sendiri dipastikan akan tersesat, karena kabut yang sangat tebal dan pandangan sangat terganggu.
Selain itu Upacara Kasada bromo juga dilakukan untuk mengangkat seorang Tabib atau dukun disetiap desa. Agar mereka dapat diangkat oleh para tetua adat, mereka harus bisa mengamalkan dan menghafal mantera mantera. Beberapa hari sebelum Upacara Kasada bromo dimulai, mereka mengerjakan sesaji sesaji yang nantinya akan dilemparkan ke Kawah Gunung Bromo. Pada malam ke 14 bulan Kasada Masyarakat tengger berbondong bondong dengan membawa ongkek yang berisi sesajo dari berbagai macam hasil pertanian dan ternak. Lalu mereka membawanya ke Pura dan sambil menunggu Dukun sepuh yang dihormati datang mereka kembali menghafal dan melafalkan mantera, tepat tengah malam diadakan pelantikan dukun dan pemberkatan umat dipoten lautan pasir gunung bromo. Bagi masyarakat Tengger, peranan Dukun adalah sangat penting. Karena mereka bertugas memimpin acara – acara ritual, perkimpoian dll. Sebelum lulus mereka diwajibkan lulus ujian dengan cara menghafal dan lancar dalam membaca mantra mantra.

Setelah Upacara selesai, ongkek – ongkek yang berisi sesaji dibawa dari kaki gunung bromo ke atas kawah. Dan mereka melemparkan kedalam kawah, sebagai simbol pengorbanan yang dilakukan oleh nenek moyang mereka. Didalam kawah banyak terdapat pengemis dan penduduk tengger yang tinggal dipedalaman, mereka jauh jauh hari datang ke gunung bromo dan mendirikan tempat tinggal dikawah gunung Bromo dengan harapan mereka mendapatkan sesaji yang dilempar. Penduduk yang melempar sesaji berbagai macam buah buahan dan hasil ternak, mereka menganggapnya sebagai kaul atau terima kasih mereka terhadap tuhan atas hasil ternak dan pertanian yang melimpah. Aktivitas penduduk tengger pedalaman yang berada dikawah gunung bromo dapat kita lihat dari malam sampai siang hari Kasada Bromo.
Filed under Uncategorized | Comments (2)Gempa Matahari
Ledakan bintang ternyata bisa membuat Matahari berdentang laksana lonceng. Ini adalah hasil penemuan Christoffer Karoff and Hans Kjeldsen dari University of Aarhus, Denmark. Ledakan bintang atau yang dikenal sebagai Solar flare atau flare Matahari adalah ledakan yang umum terjadi di sekitar Matahari dan mencerminkan aktvitas siklus bintik.
Di lapisan terluar Matahari terjadi semburan material yang kemudian mengendalikan terjadinya osilasi di seluruh Matahari. Kejadiannya sebenarnya mirip dengan berdentangnya Bumi selama beberapa minggu setelah terjadi gempa besar-besaran. Kemungkinan ini pertama kali diajukan pada tahun 1970, namun belum pernah ada demonstrasinya sampai dengan sekarang. Baru saat inilah untuk pertama kalinya bukti pengamatan berhasil menangkap kejadian tersebut. Penemuan ini tidak hanya menolong kita dalam memahami proses fisis di Matahari namun bisa menjadi petunjuk untuk memahami perilaku siklus akivitas di bintang lain.
Seismologi Matahari
Pengawasan berkelanjutan terhadap osilasi Matahari atau yang juga dikenal sebagai helioseismologi saat ini menjadi teknik yang digunakan untuk mempelajari struktur fisik Matahari. Pengawasan tersebut salah satunya adalah mengawasi bagian lapisan-lapisan yang berbeda dari gas panas dan plasma. Secara umum, osilasi ini didahului oleh pergolakan konveksi yang terjadi di dekat permukaan Matahari saat materi panas muncul dari kedalaman Matahari dan kembali tenggelam saat menjadi dingin. Gerakan ini menyebabkan terjadinya derau latar belakang yang mengguncang Matahari dengan frekuensi yang cukup luas.
Kejadian tersebut cenderung menyembunyikan osilasi yang terjadi oleh kondisi lokal seperti flare Matahari, letusan plasma panas yang besar yang terjadi akibat perubahan mendadak di medan magnet Matahari. Akibatnya terjadi pelepasan energi dalam jumlah besar dan dikenal dapat menyebabkan terjadinya riak pada permukaan sebuah kolam saat ada kerikil jatuh di dalamnya.
Flare Matahari umumnya terjadi di sekitar bintik Matahari, dan ini menunjukan siklus aktivitas yang mencerminkan siklus bintik Matahari yang terjadi dan mencapai puncaknya tiap 11 tahun.
Saat Karoff dan Kjeldsen mempelajari data dari dua satelit yang mengawasi Matahari (the Solar and Heliospheric Observatory and the Geostationary Operational Environmental Satellite), mereka menemukan kalau osilasi frekuensi tinggi di seluruh bintang lebih terlihat saat flare Matahari lebih aktif, dan memperlihatkan secara tidak langsung hubungan diantara keduanya.
Osilasi tersebut teramati secara tidak langsung. Kedua satelit melihat adanya pergeseran pada frekuensi cahaya yang dipancarkan Matahari akibat gerak permukaan Matahari. Data inilah yang diambil dan diinterpretasikan kalau pergeseran itu terjadi akibat goncangan. Pengamatan ini baru yang pertama. Pekerjaan baru dimulai dan yang harus dilakukan adalah mengungkapkan bagaimana energi dari flare dihantarkan ke dalam osilasi tersebut.
Lemparkan Cahaya Ke Matahari
Untuk mempelajari lebih lanjut diperlukan perencanaan dengan model struktur Matahari untuk area dimana flare dan bintik Matahari terbentuk. Menurut Houdek, pekerjaan lanjutan akan memberi secercah cahaya untuk memahami siklus Matahari yang sampai saat ini belum dipahami secara kesleuruhan. Bisa jadi dengan studi lanjutam bisa disingkap simpul pengembalian antara gempa Matahari dan flare. Sementara untuk osilasinya, tim peneliti memperkirakan hal tersebut terjadi sebagai respon balik dari aktivitas flare. Houdek juga memperkirakan kalau getaran yang terjadi itu bisa jadi mengubah struktur matahari dan mempengaruhi proses terbentuknya flare.
Bagi Karoff yang juga meneliti bersama Houdek, penemuan ini mungkin bisa juga terjadi pada bintang lain. Dengan mempelajari Matahari diharapkan kondisi di bintang lainnya bisa dipahami. Namun sampai saat ini masih sangat sulit untuk mempelajari apakah bintang lain juga memiliki siklus flare dan bintik yang bisa dibandingkan dengan Matahari. Mengapa susah? Gampangnya karena bintang lain memang berada terlalu jauh untuk diamati. tapi sekarang, dengan mengambil sinyal osilasi dari berkas cahaya Matahari, kita bisa mencoba untuk menarik kesimpulan mengenai siklus aktivitas flare pada bintang jauh.
Jika sinyal yang sama bisa dilihat pada bintang jauh, maka bisa disimpulkan kalau bintang tersebut juga memiliki flare. Data seperti itu akan bisa didapat dari satelit astronomi seperti Kepler telescope milik NASA yang akan diluncurkan tahun depan.
Filed under Uncategorized | Comment (0)Titik Buta
Pernah nyetir mobil, nengok di spion ga ada mobil dibelakang, trus tahu-tahu ada mobil nyalip dari kanan? Whussss!!! Itu lah yang disebut blind spot atau titik buta.
Titik buta ini saya ketahui pertama kali ketika teman saya mengunjungi Amerika Serikat tahun 2009 dan paman teman saya yang tinggal disana. Kebetulan teman saya bermobil bersama pamannya dan duduk di bangku depan. Teman saya perhatikan sebelum menyalip kendaraan lain, paman teman saya selain menengok ke semua kaca spion (kiri, kanan dan tengah), beliau juga selalu menengok sedikit ke belakang. teman saya menanyakan apa alasannya, beliau menjawab “blind spot! Kita ga pernah tahu benar-benar ada kendaraan atau tidak dibelakang kita. Selain itu, waktu tes ngambil SIM disini itu diharuskan menengok ke belakang kalau menyalip, kalau ga nengok, ga lulus”. Tahun-tahun segitu teman saya masih sangat jarang menyetir mobil, jadi saya tidak memperhatikan betul penjelasannya, tetapi selalu saya ingat.
Bertahun-tahun kemudian, teman saya mulai sering menyetir mobil dan terutama ketika sudah berkeluarga. Teman saya merasakan betul bahayanya titik buta ini. Mari kita lihat bagaimana titik buta ini terjadi pada ilustrasi dari Wikipedia dibawah ini:

Anda adalah pengemudi mobil biru. Daerah berwarna kuning adalah daerah yang bisa dilihat oleh tiga kaca spion yang biasanya terdapat di mobil. Jika kita perhatikan, mobil hijau akan dengan mudah kita lihat, baik oleh kaca spion sebelah kiri maupun kaca spion tengah. Lain halnya dengan mobil merah yang hanya terlihat sedikit oleh kaca spion kanan.
Teman saya melakukan beberapa eksperimen sendiri - yang tentunya tidak membahayakan - akibat dari titik buta ini dijalan Tol Cikampek-Jakarta. Mobil teman saya dikemudikan dengan kecepatan sedang, sekitar 70 km/jam, dan membiarkan mobil lain dari sebelah kanan mobil teman saya untuk menyalip. Saya perhatikan posisinya masih terlihat oleh kaca spion kanan dan spion tengah, sekelebat kemudian mobil tersebut sudah tidak tampak oleh kaca spion tengah tetapi masih tampak oleh kaca spion kanan sebagian besar buntut dari mobil tersebut. Kemudian setelah bagian belakang mobil tersebut mulai sedikit sekali tampak di kaca spion kanan, moncong mobil tersebut sudah disamping mobil teman saya yang bisa saya lihat dengan ekor mata saya.
Ini kesimpulan yang prematur! Tentunya teman saya harus memvariasikan jenis mobil - yang akan mempengaruhi panjang mobil - serta jarak horizontal (seperti pada gambar di atas) dengan mobil yang akan menyalip mobil teman saya - yang akan mempengaruhi “ketertangkapan” refleksi mobil dengan spion sebelah kanan. Beberapa variasi ukuran mobil, teman saya coba mulai dari model Honda CRV, KIA Picanto, Toyota Avanza, Mazda Interplay, Mitsubishi Lancer dan lain-lain. Semakin pendek mobil yang akan menyalip mobil teman saya, semakin besar kemungkinannya ada berada didaerah titik buta secara menyeluruh, akan tetapi juga bergantung pada jarak horizontal antara mobil kita dan mobil lain. Anda bisa mencoba-coba sendiri memvariasikan posisi mobil merah digambar atas untuk lebih memahami eksperimen teman saya.
Kita boleh meremehkan efek titik buta ini yang kejadiannya tidak sampai satu detik. Pertanyaannya, bagaimana jika mobil berada dititik buta persis bersamaan dengan ketika anda melirik spion anda - yang juga tidak sampai satu detik? Inilah bahaya sebenarnya dari titik buta.
Titik buta ini akan lebih nyata lagi jika anda mengemudikan mobil yang panjang seperti truk. Teman saya pernah mengalami hampir disenggol oleh truk. Teman saya berkendara tidak terlalu cepat dan menyalip truk itu dengan perlahan. Mendadak si truk itu hendak mengambil jalur teman saya! Rupanya dia tidak melihat mobil teman saya dan itu juga salah teman saya adalah berada di daerah titik buta terlalu lama sehingga sopir truk tersebut mengira tidak ada kendaraan yang menyalipnya.
Berikut ini bebeberapa tips untuk menghindari titik buta / Blind Spot :
– Sebelum mobil berjalan, aturlah semua kaca spion anda sehingga posisinya memungkinkan anda mempunyai pandangan seluas mungkin ke sisi kanan belakang dan sisi kiri belakang. Jangkauan pandangan melalui kaca spion cukup terbatas dan akan lebih terbatas lagi jika posisi kaca spion diatur dalam posisi yang tidak benar. Ketika kendaraan sudah bergerak dan merasa posisi spion tidak pas, jangan mengatur kaca spion terlalu lama karena akan mengurangi konsentrasi mengemudi. Selain itu perubahan posisi spion itu juga akan mengubah-ubah luasan daerah titik buta.
– Ketika menyalip mobil lain, pastikan bahwa tidak ada mobil lain disisi sebelah kanan dengan cara menengok sedikit ke belakang. Menengoknya tidak usah terlalu ke arah belakang dan terlalu lama, cukup melihat ke samping dan ekor mata anda tidak menangkap obyek sebesar mobil disisi kanan anda.
– Ketika menyalip mobil lain, saliplah dengan kecepatan yang lumayan lebih tinggi dari mobil yang anda salip. Hindari mobil anda berada didaerah titik buta dalam waktu yang terlalu lama. Jika anda tidak yakin bisa menyalip dengan kecepatan yang lumayan lebih tinggi dari mobil yang akan disalip, sebaiknya jangan menyalip.
– Jika anda berkendara di jalan yang mempunyai lebih dari dua lajur (3 sampai 4 lajur) dan anda tidak berada dijalur paling kiri, waspadalah dengan kendaraan yang mungkin muncul dari sisi sebelah kiri. Kadang-kadang jika ada kendaraan dari sebelah kiri menyalip dengan jarak yang terlalu dekat dengan kita atau kecepatannya sangat tinggi, reaksi kita biasanya kaget dan tangan kita biasanya juga bergerak mengejutkan kemudi sehingga mobil menjadi oleng.
– Jika anda mengemudikan mobil dijalan yang mempunyai marka jalan, cobalah untuk memposisikan mobil anda persis didaerah tengah antara marka sebelah kanan dan marka sebelah kiri. Jangan terlalu mepet ke marka sebelah kanan ataupun sebelah kiri. Sepengamatan saya, marka jalan ini (terutama di jalan tol) sudah didesain untuk memberikan pandangan yang meminimalkan luasan daerah titik buta. Jika kita terlalu mepet ke salah satu marka, biasanya daerah titik buta akan mulai bertambah.
Tips diatas adalah tips berkendara untuk mobil. Bagaimana dengan sepeda motor? Sepeda motor mempunyai daerah titik buta yang jauh lebih luas dibandingkan mobil! Jangankan dengan spion modifikasi - yang biasanya bentuknya kecil-kecil -, bahkan dengan spion standar sekalipun sulit sekali menangkap semua obyek yang ada dibelakang kita.

Dalam kasus sepeda motor, gunakan spion sebagai alat bantu awal saja untuk melihat pergerakan kendaraan dibelakang dan SELALU melihat kebelakang sebelum menyalip atau berbelok ke kanan. Jika anda sering melihat sepeda motor kadang terserempet sesama sepeda motor, yaitu karena mereka belum paham betul dengan konsep titik buta.
Filed under Uncategorized | Comment (0)Jam Atom
Jam atom adalah sebuah jenis jam yang menggunakan standar frekuensi resonansi atom sebagai penghitungnya. Jam atom awal adalah maser dengan peralatan lainnya. Standar frekuensi atom terbaik sekarang ini berdasarkan fisika yang lebih maju melibatkan atom dingin dan air mancur atomik.
National Institute of Standards and Technology - NIST (Lembaga Nasional Standar dan Teknologi Amerika Serikat) mempertahankan keakuratan 10-9 detik per hari, dan ketepatan yang sama dengan frekuensi radio pemancar yang memompa maser. Jam ini mempertahankan skala waktu yang stabil dan berkelanjutan, yaitu Waktu Atom Internasional (International Atomic Time) (TAI). Untuk penggunaan masyarakat, skala waktu lainnya digunakan, Coordinated Universal Time (UTC). UTC diturunkan dari TAI, tetapi disinkronisasi dengan lewatnya hari dan malam berdasarkan pengamatan astronomikal.
Jam atom pertama dibuat pada 1949 di National Bureau of Standards A.S. Jam atom pertama yang akurat, berdasarkan transisi dari atom caesium-133, dibuat oleh Louis Essen pada 1955 di National Physical Laboratory di Britania. Hal ini menyebabkan persetujuan internasional yang menjelaskan detik sebagai dasar dari waktu atomik.
Pada Agustus 2004, ilmuwan NIST mempertunjukkan sebuah jam atom skala-chip. Menurut para periset, jam ini seukuran seperseratus dari jam lainnya yang telah ada sebelumnya. Dan mereka menyatakan bahwa jam ini hanya memerlukan 75 milliwatt, membuatnya cocok untuk aplikasi yang menggunakan baterai.
Jam radio modern menggunakan jam atom sebagai referensi, dan menyediakan sebuah cara mendapatkan waktu yang disediakan oleh jam atom berkualitas tinggi di wilayah yang luas dengan menggunakan perlatan yang tidak mahal.
Cara Kerja
Maser untuk referensi frekwensi menggunakan ruang chamber berbinar berisi gas terionisasi, pada umumnya caesium, karena caesium adalah elemen yang digunakan di dalam definisi resmi detik internasional.
Semenjak tahun 1967, Sistem Satuan Internasional (SI) telah mendefinisikan detik sebagai 9.192.631.770 getaran dari radiasi yang berhubungan dengan transisi antara dua tingkat energy dari ground state dari atom Caesium-133. Definisi ini membuat osilator caesium (yang sering disebut jam atom) sebagai standard utama untuk waktu dan pengukuran frekwensi (lihat standard caesium). Kuantitas lain, seperti volt dan meter, berpegang pada definisi detik sebagai bagian dari definisinya.
Isi dari jam atom adalah sebuah microwave cavity (lubang resonansi) yang berisi gas terionisasi, sebuah oscillator microwave tertala (tunable), dan sebuah feedback loop yang digunakan untuk menyetel oscillator ke frekwensi yang paling tepat dari karakteristik absorpsi (penyerapan) yang ditentukan oleh perilaku masing-masing atom.
Sebuah pemancar microwave mengisi ruang chamber dengan gelombang radio berdiri (standing wave). Saat frekwensi radio bertepatan dengan frekwensi transisi hyperfine dari caesium, atom caesium tersebut menyerap gelombang radio dan selanjutnya memancarkan cahaya. Gelombang radio membuat elektron menjauh dari nukleus. Saat elektron kembali ke dekat nukleus, karena gaya tarik muatan yang berbeda, elektron tersebut bergetar sebelum berdiam diri di tempat yang baru. Perpindahan ini menyebabkan pancaran cahaya, yang sebenarnya adalah getaran listrik dan magnetisme.
Sebuah fotosel menerima cahaya tersebut. Saat cahaya itu meredup karena frekwensi rangsangan telah bergeser dari frekwensi resonansi, peralatan elektronik diantara photocell dan pemancar radio menyetel frekwensi pemancar radio itu.
Proses penyetelan inilah letak sebagin besar kompleksitas sistem ini berada. Penyetelan mencoba untuk menghilangkan efek samping, seperti frekwensi dari transisi elektron yang lain, distorsi dalam medan kuantum dan efek suhu dalam mekanisme tersebut. Sebagai contoh, frekwensi radio itu diubah-ubah secara sinusoida untuk membentuk modulasi sinyal di photocell. Sinyal dari photocell kemudian bisa didemodulasi untuk digunakan sebagai kontrol terhadap pergeseran jangka panjang di frekwensi radio. Dengan demikian, sifat-sifat ultra-akurat dari kuantum mekanika dari frekwensi transisi atom caesium bisa digunakan untuk menyetel oscillator microwave ke frekwensi yang sama (kecuali untuk kesalahan eksperimentasi yang kecil). Dalam prakteknya, mekanisme feedback dan pemantauan adalah jauh lebih kompleks dari yang dijelaskan di atas. Saat jam baru dihidupkan, jam tersebut memakan waktu yang lama sebelum bisa dipercaya.
Sebuah penghitung menghitung jumlah gelombang yang dibuat oleh pemancar radio. Sebuah komputer membaca penghitung, dan menghitungnya untuk merubah angka tersebut kedalam sesuatu yang kelihatannya mirip dengan jam digital atau gelombang radio yang dipancarkan. Tentu saja, yang sebenarnya menjadi jam adalah mekanisme cavity, osilator, dan feedback loop yang menjaga standar frekuensi yang mana menjadi dasar jam tersebut.
Sejumlah metode lain digunakan untuk jam atom untuk keperluan lainnya. Jam Rubidium adalah sangat disayangi karena harganya murah, dan ukurannya yang kecil (standard komersial sekecil 400 cm3), dan kestabilitasan jangka pendeknya. Jam-jam ini banyak digunakan dalam aplikasi-aplikasi komersial, portable, dan angkasa luar. Maser hidrogen (sering buatan Rusia) memiliki stabilitas jangka pendek yang tangguh dibandingkan dengan standard lain, namun memiliki kelemahan dalam akurasi jangka panjang.
Sering, satu standard digunakan untuk memperbaiki standard lainnya. Sebagai contoh, sebuah aplikasi komersial menggunakan standard Rubidium yang dipautkan ke sebuah penerima GPS. Sistem ini memiliki ketangguhan akurasi jangka pendek, dengan akurasi jangka panjang setara ke standard nasional waktu Amerika Serikat.
Umur sebuah standard adalah sebuah masalah penting. Modern standard Rubidium bisa bertahan lebih dari sepuluh tahun, dan menghabiskan ongkos sekecil US $50. Tabung referensi Caesium adalah cocok untuk standard nasional, saat ini awet sampai tujuh tahun, dan menghabiskan ongkos seharga US $35.000. Standard Hidrogen bisa awet sepanjang umur.
Filed under Uncategorized | Comment (0)Peter Schmeichel
Manchester United hingga sekarang belum menemukan penjaga gawang fenomenal sehebat Peter Schmeichel, kiper terhebat abad 20. Kiper berkelas dunia datang silih berganti untuk menjaga gawang “Setan Merah”, tapi nama pria berdarah Polandia itu tak pernah dilupakan.
Schmeichel dikenal karena ia sangat sulit ditaklukkan. Di masanya, bomber tangguh sekelas Davor Suker (Kroasia, Real Madrid), Dennis Bergkamp (Belanda, Inter Milan), Gabriel Batistuta (Argentina, Fiorentina) dan sederet penyerang top lainnya sering dibuat frustasi ketika berhadapan dengan Schmeichel di laga kancah Eropa. Di liga domestik, musuh-musuh MU juga kerepotan menjebol gawangnya.
Memang kini sudah ada Edwin Van der Sar yang penampilannya begitu mengagumkan, terutama ketika menjadi pahlawan MU memenangi trofi Liga Champions 2007-2008. Namun, tetap saja kharisma Schmeichel tak tergantikan – baik di MU ataupun timnas Denmark.
Sebelum menjadi penjaga gawang profesional, Peter Schmeichel pernah bekerja sebagai tukang celup di pabrik tekstil, pembersih rumah, manajer toko dan tenaga pemasaran periklanan. Ia kemudian menjadi The Best Goalkeeper in the World.
Kiper kawakan ini bernama lengkap Peter Boleslaw Schmeichel. Nama tengah mantan penjaga gawang Manchester United (MU), Sporting Lisbon, Aston Villa dan Manchester City ini memperlihatkan status dirinya berkebangsaan campuran. Dia lahir 18 November 1963 di Gladsaxe, Denmark, dari rahim seorang ibu asli Denmark yang menikah dengan imigran Polandia.
Nama tengah itu hampir tidak pernah disebut, dicantumkan dalam daftar pemain tim nasional Denmark, atau dalam surat kontrak klub. Sampai usia tujuh tahun, Schmeichel masih berstatus warga negara Polandia. Ia menjadi warga negara Denmark setelah ayahnya bersedia menanggalkan kewarganegaraan Polandia.
Pecinta sepak bola dunia mengenalnya sebagai penjaga gawang yang melewati hari-hari terindah bersama MU. Terutama ketika Setan Merah meraih treble winner; Liga Primer, Liga Champions dan Piala FA, pada tahun 1999. Tujuh tahun sebelumnya, ia juga menjadi bagian penting sukses “The Dynamite” Denmark meraih gelar Euro 1992.
Namun, ia punya cerita buruk tentang kegagalan. Di masa-masa awal kariernya, ia gagal menyelamatkan Gladsaxe-Hero dari degradasi. Di tahun-tahun terakhir sebelum pensiun, ia meninggalkan Portugal setelah gagal menyelamatkan Sporting Lisbon dari zona degradasi. Padahal, tahun sebelumnya Schmeichel mengatar Sporting ke podium juara liga.
Banyak hal menarik pada diri penjaga gawang terbaik 1992 dan 1993, serta kiper papan atas abad ke-20 versi IFFHS ini.
Schmeichel pernah bekerja serabutan di banyak tempat dan jenis pekerjaan. Pekerjaan pertamanya sebagai tenaga pencelup di sebuah pabrik tekstil. Lalu menjadi tenaga pembersih di rumah-rumah selama 12 bulan, bekerja di kantor World Wildlife Fund (WWF), sales manager sebuah toko dan terakhir perusahaan periklanan milik bos Hvidovre, klub pertamanya.
Karier profesionalnya dimulai di Hvidovre. Pada musim 1985, Hvidovre menjadi klub dengan pertahanan terbaik, hanya kebobolan 40 gol dari 30 pertandingan, tapi terdegradasi. Musim berikutnya, Hvidovre promosi lagi. Tapi, tahun 1986 ia pindah ke Brondby IF. Tahun 1987 ia memenangkan gelar Liga Utama Denmark dan membuat debutnya di tim nasional Denmark di bawah pelatih Sepp Piontek.
Lima tahun bersama Brondby, Schmeichel memenangkan empat gelar. Ia membawa Brondby mencapai semifinal Piala UEFA. Usai turnamen, Schmeichel terpilih sebagai penjaga gawang terbaik ke-10 di dunia, dalam jajak pendapat yang dilakukan IFHHS.
Dia kemudian pindah ke Manchester United, tahun 1991, dengan transfer 530 ribu poundsterling. Alex Ferguson, pelatih MU, menyebut harga Schmeichel sebagai “bargain of the century”. Bersama MU, Schmeichel melewati tahun-tahun terbaiknya. Ia juga mengatar Denmark ke podium juara Euro 1992 dan dinobatkan sebagai penjaga gawang terbaik di dunia.
Musim 1992-1993, Schmeichel memperlihatkan sosoknya sebagai penjaga gawang tangguh dengan tidak kebobolan dalam 22 laga. MU meraih gelar Liga Primer kali pertama dalam 26 tahun. Namun, tahun 1993 ia nyaris dipecat Ferguson, karena bertengkar dengan pelatih usai laga melawan Liverpool. MU unggul tiga gol lebih dulu. Schmeichel membuat blunder, yang menyebabkan Setan Merah tertahan 3-3.
Schmeichel mengakhiri kariernya di MU tahun 1999 usai memenangi treble, karena merasa kariernya di MU terancam. Ia merasakan kemampuannya bermain di level tertinggi telah menurun, karena usianya telah 35 tahun. Ia pindah ke Liga Utama Portugal dan bergabung dengan Sporting Lisbon, yang dianggapnya tidak berstandar tinggi.
Dia kemudian kembali ke Inggris dan bermain dengan Aston Villa serta terakhir di Manchester City. Ia mundur dari sepak bola tahun 2002, dan bekerja sebagai komentator televisi hingga tahun 2005.
Schmeichel dikenal sebagai penjaga gawang yang menggunakan tubuhnya untuk mengintimdasi penyerang. Ia menjulang setinggi 1,93 meter dan mengenakan kostum berukuran besar. Sepanjang kariernya, Schmeichel mencetak 11 gol termasuk satu untuk tim nasional Denmark, serta tercatat paling banyak membela negaranya, yaitu 129 kali (antara tahun 1987 hingga 2001).
Dia tercatat sebagai pemilik klub anak-anak Hvidovre IF. Bersama sejumlah investor, Schmeichel sempat mengambil alih Brondby IF dengan 33,5 juta poundsterling dan ia menjadi direktur olahraga di klub itu.
Putranya Kasper Schmeichel mengikuti jejaknya dengan menjadi penjaga gawang Manchester City, klub terakhir yang diperkuat Schmeichel. Kasper telah dipanggil ke tim nasional U-19 Denmark.
Schmeichel adalah salah satu pemegang rekor paling lama tidak kebobolan di Liga Inggris (selain Petr Cech dan Edwin Van der Sar) serta penjaga gawang terbaik Manchester United sepanjang masa
Filed under Uncategorized | Comment (0)Obesitas dan Overweight
Banyak orang menganggap obesitas dan overweight itu sama. Tak jarang, orang mengatakan “obes” terhadap seseorang yang tampak gemuk. Padahal, jika indeks massa tubuhnya diukur, belum masuk kategori obesitas, tapi mungkin overweight. Kalau memang berbeda, apa sebenarnya yang membedakannya.

Sebagian orang heran dengan pertanyaan itu. Banyak yang menganggap overweight sama dengan obesitas. Obesitas itu ya kelebihan berat badan (overweight).

Perdebatan antara obesitas dan overweight sering terjadi di antara kita. Di berbagai negara, persoalan ini pun kerap ditemui. Meski kita menganggap tidak terlalu penting memahaminya, kalau keliru mengerti, kita pun bisa salah arah.
Kebanyakan dokter gizi seperti juga Dr. Cindiawaty Pudjiadi, Sp.GK MARS, MS, memahami obesitas berbeda dengan overweight. Bila diterjemahkan, obesitas lebih berarti kegemukan. Ini merupakan keadaan menumpuknya lemak tubuh secara berlebih, sehinaga berat badan seseorang jauh di atas normal.
Sementara itu, overweight lebih diartikan sebagai “kelebihan berat badan“. Ini merupakan keadaan berlebihnya berat badan seseorang di atas normal, tidak jauh melampaui berat badan normal.
Badan Kesehatan Dunia, WHO (World Health Organization) juga membedakan kedua hal ini. Disebutkan “The fundamental cause of obesity and overweight is an energy imbalance between calories consumed on one hand, and calories expended on the other hand. ”
Jadi jelas, pernyataan ini menyelesaikan kontroversi. Obesitas berbeda dengan overweight.
Agar tidak membingungkan, WHO menetapkan alat ukur yang bisa digunakan para dokter atau ahli gizi di seluruh dunia, BMI (body mass index) atau indeks massa tubuh (IMT). IMT didapat dengan cara membagi berat badan (kg) dengan kuadrat dari tinggi badan (meter). Nilai BMI yang didapat tidak tergantung pada umur dan jenis kelamin.
Memang, BMI memiliki kekurangan karena tidak dapat digunakan pada anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan. BMI juga tidak dapat diterapkan untuk wanita hamil dan orang yang sangat berotot seperti atlet.
Dalam standar WHO, batasan tentang kelebihan berat badan dan obesitas diketahui dengan cut off point (nilai maksimum) sebagai berikut: bila BMI seseorang sama dengan 25,1-30, artinya dia termasuk dalam kelompok kelebihan berat badan. Bila BMI seseorang lebih dari 30, artinya orang tersebut masuk dalam kelompok obesitas.
Para ahli sedang mencoba menemukan klasifikasi BMI untuk penduduk Asia. Hasil penelitian di Singapura menunjukkan bahwa orang Singapura dengan BMI 27-28 mempunyai lemak tubuh sama dengan orang-orang kulit putih dengan BMI 30.
Pada orang India, peningkatan BMI dari 22 menjadi 24 dapat meningkatkan prevalensi DM menjadi 2 kali lipat, dan prevalensi ini naik menjadi 3 kali lipat pada orang dengan BMI 28.
Seseorang bisa dikatakan overweight bila BMI-nya sama dengan atau lebih dari 23. Sementara bila BMI-nya sudah mencapai 25,0-29,9 kg/m2, orang tersebut sudah memasuki tahap obesitas I, di atas poin ini, disebut obesitas II.
Ukur ungkar pinggang
Hasil BMI juga perlu dikombinasi dengan pengukuran jumlah massa lemak di perut. Caranya dengan mengukur lingkar pinggang. Seseorang yang memiliki lingkar pinggang lebih besar dari 90 cm (untuk pria) dan 80 cm (untuk wanita) harus berhati-hati dengan risiko obesitas.
Pengukuran jumlah massa lemak perut ini penting sekali karena lemak yang berada di sekitar perut berisiko lebih tinggi dibandingkan dengan lemak di paha atau bagian tubuh yang lain.
Prof. DR. Dr. Askandar Tjokroprawiro, Sp.PD-KEMD, dari Pusat Diabetes dan Nutrisi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, menyebutkan bahwa pengukuran lingkar pinggang (waist circumference-WC) dan rasio pinggang dan paha (waist-to-hip ratio-WHR) memang kerap digunakan sebagai indikator obesitas. Namun, kebanyakan penelitian menyebutkan WC lebih baik daripada WHR karena sangat terkait dengan risiko kardiovaskular. Lemak perut (asam lemak bebas) sangat mudah meracuni organ hati yang menyebabkan munculnya resistensi insulin, hiperinsulinemia, dan beragam gangguan lain.
Makin Rentan Dihinggapi Penyakit
Apa yang bisa menyusul apabila berat badan terus-terusan berlebihan? Banyak gangguan kesehatan akan datang terkait kondisi overweight, diantaranya:
* • Diabetes melitus.
Lebih dari 85 persen orang dengan diabetes tipe 2 mengalami overweight. Diduga kelebihan berat badan membuat sel-sel berubah sehingga resisten terhadap hormon insulin. Akibatnya kadar gula dalam darah menjadi tinggi.
* • Sleep apnea (henti napas saat tidur).
Orang yang gemuk bisa jadi terdapat kelebihan lemak di sekitar lehernya, sehingga aliran napas menyempit. Karena itu, bernapas menjadi sulit, lalu mendengkur, atau terjadi henti napas. Tumpukan lemak itu juga memicu produksi zat penyebab peradangan, dan kondisi ini menjadi faktor risiko sleep apnea.
* • Osteoartritis.
Badan yang gemuk akan memberi tekanan ekstra pada kartilase dan persendian, sehingga bisa cepat rusak. Timbunan lemak juga akan memicu terjadinya peradangan. Peradangan pada persendian adalah faktor risiko untuk osteoartritis.
* • Gangguan kandung kemih.
Kelebihan berat badan karena tumpukan lemak akan memicu terjadinya batu pada kandung kemih. Overweight juga membuat kandung kemih mengalami pembesaran, sehingga tidak bisa bekerja dengan baik.
* • Sindroma metabolik.
Gemuk terutama di daerah perut dan kurang olahraga adalah faktor risiko untuk kondisi ini. Dikatakan sindroma metabolik jika seseorang mengalami beberapa hal ini, lingkar pinggang lebih dari 90 cm (pria) dan lebih dari 80 cm (wanita), trigliserida tinggi (>150 mg/dL), HDL rendah (<50 mg/dl), hipertensi, dan kadar gula darah tinggi.
* • Penyakit jantung koroner (PJK).
Adanya sindroma metabolik, membuat risiko terkena PJK dan stroke makin tinggi. Peradangan pada pembuluh darah yang sering dipicu oleh timbunan lemak juga menjadi faktor risiko PJK.
* • Kanker.
Kelebihan berat badan akan meningkatkan risiko terkena kanker, terutama kanker kolon, esofagus, dan ginjal. Pada wanita menopause juga berkaitan dengan kanker payudara dan rahim. Belum diketahui sebab pastinya, tapi diduga karena sel-sel lemak melepaskan hormon yang memengaruhi pertumbuhan sel-sel tubuh, yang mengarah pada kanker.
Dunia pun Memerangi Kegemukan
Kegemukan sudah dipandang sebagai epidemi, terutama di negara maju, seperti AS dan beberapa negara di Eropa. Menurut laporan Newsweek edisi online, sepertiga anak-anak AS mengalami kegemukan dan diperlukan biaya miliaran dolar untuk mengatasi penyakit terkait kegemukan seperti diabetes, penyakit jantung, dan kanker.
Itu sebabnya ibu negara Michelle Obama pun bergiat memerangi kegemukan. Ia ikut berupaya memampukan orangtua, anak-anak, guru, dan masyarakat untuk lebih peduli kesehatan dan melawan kegemukan. Februari lalu Michelle meresmikan Program Let’s Move, yang mengajak masyarakat untuk kembali ke makanan sehat dan aktif secara fisik.Di Inggris, kegemukan atau kelebihan berat badan yang dialami 1 dari 4 anak juga dinilai bagai bom waktu, sehingga semakin menjadi perhatian pemerintah. Lahirlah program-program makanan sehat, juga kembali menghidupkan kebiasaan lama yang menyehatkan seperti jalan kaki ke sekolah, bermain di luar ruang sebagai pengganti nonton televisi, main games, atau bergaul dengan internet.
Di Singapura, untuk bisa diterima di sekolah favorit, tidak hanya diperlukan kecerdasan dan kemampuan secara ekonomi. Anak-anak juga harus dalam kondisi sehat yang salah satunya tampak pada berat badan yang normal. Kegemukan juga ditemukan pada 1 dari 5 anak di Cina. Sejak kehadiran resto cepat saji dari AS dan kurangnya gerak, saat ini kondisi anak-anak di Cina lebih lemah dan lebih lamban dibandingkan dengan kondisi 10 tahun lalu.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, selain berenang, kegiatan menari juga dimasukkan ke dalam kurikulum di sekolah-sekolah. Bahkan, dirancang tarian yang berbeda untuk siswa sekolah dasar, menengah pertama, dan menengah atas.
Apakah Anda Overweight?

Untuk mengukur berat badan berlebih atau tidak, yang paling tepat saat ini yakni berpatokan pada Body Mass Index (BMI) atau Indeks Massa Tubuh (IMT). Rumusan IMT adalah berat badan (dalam kilogram) dibagi tinggi (dalam meter) pangkat dua.
Contoh: Jika berat 75 kg dan tinggi 170 cm.
IMT = 75 : (1,7 X 1,7) = 75 : 2,89 = 26 (overweight).
Kategori hasil pengukuran IMT:
* • underweight parah jika IMT-nya 14,0-16,0
* • underweight 17,0-18,4
* • berat normal 18,5-25,0
* • overweight 25,1-30,0
* • obese 30,1-40,0
* • clinically obese > 40
Tsuchinoko
Tsuchinoko (???? ?) adalah hewan yang dilaporkan ada di Jepang tapi belum pernah bisa dibuktikan (cryptid). Bentuknya seperti ular namun berperut gendut mirip botol atau pin boling dengan ekor yang kecil mirip ekor tikus. Hewan ini dilaporkan pernah “dilihat” saksi mata di berbagai tempat di Jepang, kecuali di Hokkaido dan Kepulauan Ryukyu. Hingga kini, tsuchinoko belum pernah berhasil ditangkap orang karena saksi mata menjadi takut, atau hewan ini lebih dulu melarikan diri.
Nama “Tsuchinoko” berasal dari nama lokal untuk “hewan” ini menurut penduduk daerah Kansai (Kyoto, Mie, Nara, dan Shikoku). Di daerah Kanto, penduduk menyebutnya sebagai bachihebi. Beberapa pemerintah daerah di Jepang menawarkan hadiah uang dalam jumlah besar bagi orang yang berhasil menangkap tsuchinoko. Hadiah uang sebesar 100 juta yen pernah ditawarkan kota Itoigawa, Prefektur Niigata.
Pemerian
Saksi mata yang mengaku pernah “melihat” tsuchinoko melaporkan ciri fisik dan tingkah laku sebagai berikut:
* Dibandingkan dengan ular biasa, bagian perut sedikit agak gendut
* Kuat meloncat hingga sekitar 1 meter
* Suka minum sake
* Bisa berbunyi “chii”
* Bergerak dengan sangat cepat
* Cara bergerak seperti ulat atau menggulung diri sambil menggigit bagian ekor dan berputar bagaikan roda
* Dari mulut menyemburkan api.
Sejarah
* Alat-alat dari batu berbentuk ular yang mirip tsuchinoko ditemukan dari situs arkeologi zaman Jomon di Hida, Prefektur Gifu. Gambar yang mirip tsuchinoko juga ditemukan pada bagian luar tembikar berbentuk guci yang berasal dari situs arkeologi di Prefektur Nagano.
* Tsuchinoko dijelaskan sebagai dewa padang rumput dalam literatur klasik Kojiki yang ditulis pada abad ke-8.
* Dalam ensiklopedia Wakan Sansai Zue asal zaman Edo, tsuchinoko ditulis dalam artikel berjudul Nozuchihebi (??? ?, ular palu ladang).
Penjelasan yang masuk akal
Kemungkinan besar, orang hanya salah melihat saja. Perut ular yang baru saja menelan mangsa berukuran besar akan membesar seperti sosok tsuchinoko yang dilaporkan saksi mata. Selain itu, tsuchinoko mirip dengan kadal genus Tiliqua yang masuk ke Jepang sebagai hewan peliharaan sejak sekitar tahun 1970-an. Kadal tersebut memiliki kaki yang kecil dan hampir tidak terlihat, sehingga di tengah kerimbunan dapat disangka sebagai tsuchinoko.
Filed under Uncategorized | Comment (0)Masa Kecil Taufik Hidayat

SELAMA ini Taufik Hidayat, dikenal sebagai sosok yang mudah terpancing emosinya. Tak saja di lapangan, tetapi juga di luar lapangan. Sebagian publik sudah melihat bagaimana ketika Taufik secara emosional tak mau melanjutkan pertandingan final nomor beregu putra di Asian Games 2002. Atau bagaimana seorang Taufik, dengan ”gampang” memukul sopirnya Ahmad Kalla, ketika mobilnya bersinggungan.
Namun siapa sangka, masa kecil Taufik berbeda seratus delapan puluh derajat. Menurut guru-guru, para tetangga dan orang-orang dekatnya, Taufik kecil justru dikenal sebagai anak yang lugu, pendiam, dan pemalu.
***
MATANYA berkaca-kaca, ketika sang guru menegurnya karena ia tidak mengerjakan ”PR” (pekerjaan rumah). Melihat itu, sang guru pun merasa kasihan dan tak tega memberinya hukuman. Wajah anak itu begitu lugu dan menggemaskan, terlebih dalam kesehariannya anak itu tidak pernah neko-neko. Akhirnya si murid hanya disuruh mengerjakan ”PR”-nya di dalam kelas.
Itulah momen yang selalu diingat tiga guru Sekolah Dasar Negeri Pangalengan I tentang Taufik Hidayat. Pebulu tangkis yang meraih medali emas di Olimpiade Athena 2004 ini memang tercatat sebagai murid SDN Pangalengan I dengan nomor induk 5563 yang lulus tahun 1986.
Di sekolah yang terletak di pinggir Jln. Raya Bandung-Pangalengan inilah Taufik menghabiskan masa kecilnya. Dilihat dari fisik bangunannya, sekolah dasar yang terdiri dari tiga sekolah itu (SDN Pangalengan I, II dan III) tidaklah istimewa. Bangunannya sederhana seperti umumnya sekolah-sekolah dasar yang ada di daerah. Bahkan di beberapa bagian sudah memerlukan sentuhan perbaikan, minimal pengecatan. Tetapi dari sekolah yang tak memiliki lapang bulu tangkis itulah ”lahir” juara dunia bulu tangkis, Taufik Hidayat.
Teni Riani (guru kelas I), Ranny Nuraeni, S.Pd. (guru kelas III), dan Dra. Dewi Herliani (guru kelas IV) mengisahkan ketika berada di bawah bimbingan mereka, Opik,–panggilan akrab Taufik Hidayat,–memang termasuk anak pendiam dan pemalu, jauh dari kesan menonjol. Pergaulannya terbatas hanya dengan teman-teman tertentu. Bukan karena sombong, melainkan karena pemalu. Satu-satunya sahabat kentalnya di SD adalah Anton yang kini menjadi polisi.
Kulit putih, dengan wajah yang imut-imut membuat banyak orang menyukai Opik, temasuk para guru dan teman-temannya. Kerapihannya dalam berpakaian seragam sering dijadikan contoh. Tetapi namanya juga anak-anak, pertengkaran selalu terjadi karena berbagai sebab. Namun Opik cenderung mengalah jika harus bentrok dengan rekannya. Air matanyalah yang kemudian mengakhiri pertikaian.
”Opik memang bisa dikatakan cengeng, karena tak melawan jika ada teman yang mengganggunya. Makanya saya terkadang heran jika membaca kasus-kasus yang dialami Opik akhir-akhir ini. Kok sifat-sifat Opik sekarang berbeda dengan dulu?” ujar Ranny.
Dalam mata pelajaran pun Opik terbilang biasa-biasa saja, bahkan ketika duduk di kelas empat, rapor cawu I-nya sempat dihiasi tinta merah untuk mata pelajaran IPS, matematika, dan IPA. ”Sebenarnya kecerdasan Opik terbilang lumayan, artinya tidak kurang, hanya saja mungkin karena kecapekan, pelajaran Opik di cawu I kelas empat menurun drastis,” jelas Dewi.
Sejak kelas III SD, lanjutnya, Opik memang masuk klub Sangkuriang Graha Sarana (SGS) di Jln. Soekarno Hatta Bandung. Untuk itu setidaknya seminggu dua kali Opik harus bolak-balik Bandung-Pangalengan yang berjarak sekira 40 km dengan menumpang kendaraan umum. Bahkan latihan berlangsung sampai malam hari sekira pukul 20.00 WIB.
Tak heran, jika di awal-awal masuk klub SGS Opik acap kedapatan mengantuk di dalam kelas. ”Kunaon Pik nundutan wae (Kenapa, Pik mengantuk saja)?” Teguran itu kerap dilontarkan Ibu Ranny manakala melihat Opik mengantuk di dalam kelas. Untunglah hal itu tidak berlangsung lama, Opik segera dapat menyesuaikan diri dengan kegiatannya dan bisa mengejar ketinggalannya.
Sejak sering mengikuti berbagai turnamen, nama Opik semakin dikenal di lingkungan teman-teman sekolahnya maupun di lingkungan tempat tinggalnya. Kendati demikian, tidak ada perlakuan istimewa untuknya. Kelebihannya, mungkin hanya dalam kemudahan mendapatkan izin jika ada pertandingan di luar sekolah. Tetapi, itu tidak seberapa dibandingkan dengan prestasi yang diraih Opik.
”Sebagai gurunya, kami semua tentu merasa bangga, apalagi dengan prestasi Opik di Olimpiade Athena 2004. Kami hanya bisa mendoakan mudah-mudahan dia bisa terus menjaga prestasinya. Kendati demikian, kami berharap sesekali Opik mau mampir ke SDN Pangalengan I untuk memberi dorongan kepada adik-adik kelasnya agar bisa berpresatsi seperti dirinya,” ujar ketiga guru wanita yang ketika diwawancara didampingi kepala sekolah, Elan.
***
KESEJUKAN alam pegunungan Pangalengan yang terkadang dihiasi embun di pagi hari, telah membawa keteduhan bagi sebagian penduduknya. Suasana inilah yang menghantarkan pribadi seorang anak manusia yang di kemudian hari mampu membahanakan nama Indonesia di mata dunia melalui prestasinya. Suasana teduh Kecamatan Pangalengan yang jauh dari hiruk pikuk kota, menjadikan Opik kecil tumbuh dengan pribadi tenang, tidak meledak-ledak, bahkan nyaris tertutup.
Taufik Hidayat, dilahirkan pada 10 Agustus 1981 sebagai anak kedua dari tiga bersaudara. Ayahnya menekuni bisnis sayuran yang cukup dikenal di Pangalengan. Dari usahanya, ia mampu menghidupi Taufik untuk mengikuti berbagai aktivitas di luar sekolah.
Lingkungan rumah yang hangat, membuat Opik kecil cenderung malas melakukan interaksi dengan lingkungan sekitar. Terlebih ayahnya mendidik Opik kecil sangat disiplin. Terkadang saat Opik meminta uang jajan, terlebih dahulu harus bermain tali (skipping) atau memainkan dumbbell. Rupanya di balik ketatnya disiplin ini, sang ayah secara diam-diam ingin membentuk fisik Opik menjadi kuat. Opik pun memenuhi ”permintaan” ayahnya tanpa beban.
Opik memang penurut dan termasuk anak rumahan yang manis. ”Jika tidak terlalu penting, kelihatannya ia malas keluar rumah. Mungkin karena kecapekan latihan bulu tangkis,” ujar Nung, pembantu yang sudah lama ikut dengan keluarga H. Aries Haris dan Hj. Enok Dartilah, orang tua Taufik.
Seperti kebanyakan anak lainnya, Opik sesungguhnya lebih menyukai sepak bola. Namun ayahnya, menyarankan untuk meraih prestasi sebaiknya menekuni bulu tangkis. Kebetulan ayah dan ibunya menggemari olah raga ini. Maka, di usia tujuh tahun, Opik sering kali diajak orang tuanya bermain bulu tangkis di lingkungan rumahnya. Antara lain di GOR Pamor, Pangalengan. Sejak itulah Opik lambat tetapi pasti mulai menyukai bulu tangkis.
Setelah agak mampu mengayunkan raket, tidak jarang ia menggoda kakak dan adiknya bahkan pembantunya saat mereka menjadi lawan tandingnya. Ketiga orang itu terkadang dijadikan sasaran untuk di-smash, hingga acap Nung dibuat menangis.
Opik mulai dibina secara fisik oleh Ence Surahmat dan Ade di GOR Pamor yang belakangan ini berubah fungsi menjadi kandang ayam, karena pengurusnya bubar. Sejak itulah ia memberanikan diri mengikuti pertandingan di lingkungan setempat, bahkan ia mampu mengalahkan lawan yang sudah dewasa sekali pun.
Melihat kelebihan anaknya, Aries memasukan Opik ke SGS pimpinan Lutfi Hamid. Opik ditangani pemain eksentrik Iie Sumirat. Konsekuensinya, Opik terpaksa bolak balik Pangalengan-Bandung.
”Jika pulang sekolah, Opik hanya sebentar berisitirahat, karena harus siap-siap ke Bandung, terkadang Opik hanya sempat makan dengan telur goreng kering kesukaannya, kali lain ia cukup menyantap mi instan kegemarannya,” cerita Nung.
Masa-masa ini tentu tinggal cerita manis bagi Nung. Karena sejak masuk SMP Taufik kemudian hijrah ke Bandung. Awalnya ia tercatat sebagai murid di SMP Pasundan I Jln. Balong Gede Bandung. Karena tuntutan latihan yang padat, sering kali Taufik harus bolos dari sekolah. Melihat kondisi ketatnya peraturan sekolah, akhirnya Taufik pindah ke SMP Taman Siswa hingga ia menamatkan pendidikan SMA.
Di sekolah ini Taufik mendapat kelonggaran untuk meraih prestasi bulu tangkisnya. Bahkan ketika ujian akhir SMA pun Taufik diperbolehkan mengikuti ujian susulan di ruang perpustakaan sendirian. Setelah lulus SMA, Taufik kian berkembang. Dan akhirnya ia hinggap di Pelatnas Cipayung.
Dengan keberhasilan Taufik saat ini, selain merasa bangga, warga Pangalengan mengharapkan Taufik bisa berbuat sama seperti yang dilakukan pendahulunya, Susi Susanti di Tasikmalaya. ”Kami berharap ada GOR Taufik Hidayat di Pangalengan ini,” ujar Mantri Polisi Kecamatan Pangalengan, Rukman, mewakili warganya. (pikiran-rakyat.com)
Filed under Uncategorized | Comment (0)Abkhazia
Abkhazia, adalah sebuah negara republik yang secara de facto merdeka, seluas 8.600 km², terletak di Kaukasus. Georgia mengklaim Abkhazia sebagai wilayah kedaulatannya. Kedaulatan republik ini tidak diakui secara internasional, kecuali Rusia yang mengakuinya pada 26 Agustus 2008 bersamaan dengan pengakuan kedaulatan Ossetia Selatan. Abkhazia terletak di pantai timur Laut Hitam, berbatasan dengan Federasi Rusia di utara. Dengan Georgia, perbatasannya pada daerah Samegrelo-Zemo Svaneti di sebelah timur.
Pemerintah Georgia dan sebagian besar negara dunia menganggap Abkhazia de jure bagian dari wilayah Georgia. Dalam pembagian resmi Georgia, Abkhazia adalah sebuah republik otonom, dimana pemerintah duduk dalam pengasingan di Tbilisi. Pada tanggal 28 Agustus 2008, parlemen Georgia menyetujui sebuah resolusi yang menyatakan Abkhazia adalah wilayah dudukan Russia.
Status Abkhazia adalah isu sentral konflik Georgia-Abkhazia.Ketika Uni Soviet mulai hancur pada 1980an, ketegangan etnis tumbuh antara Abkhaz dan Georgia ke arah kemerdekaan Georgia. Hal ini menyebabkan perang di Abkhazia pada tahun 1992-1993 yang mengakibatkan kekalahan militer Georgia, kemerdekaan de facto Abkhazia dan pengusiran massal dan pembersihan etnis Georgia dari Abkhazia.
Filed under Uncategorized | Comment (0)