seperti kita tahu penggunaan internet sudah meluas, lagi-lagi saya ingin melihat sisi buruk dari internet, yang menurut saya, sebenarnya tumbuh dari user nya sendiri(bukan dari internetnya)

Kali ini saya akan melihat dari sisi psikologis, khususnya keberanian orang mengemukakan pendapat di internet. Sudah banyak media komunitas online seperti (lagi”) friendster, forum dan chat server(semisal MSN dan YM!) yang sudah mengubah cara orang hidup, khususnya dalam hal mengemukakan pendapat.

Kalau kita lihat, saya rasa, 80% orang lebih nyaman mengemukakan pendapat lewat internet dibandingkan jika mereka harus ngomong di depan orang. Kenapa?

Debat

Tentu, perdebatan memang hal yang wajar di kehidupan nyata, akan tetapi dalam debat ada yang kalah dan yang menang dan sudah menjadi pengetahuan kita bahwa sifat alamiah manusia adalah tidak pernah mau kalah. Nah dari situ kita bisa lihat, orang memilih “one-way opinion sharing” sehingga dapat menghindari perdebatan. Orang yang senang hidup seperti ini, akan sangat nyaman berpendapat di internet, namun ketika mereka dihadapkan pada masalah di dunia nyata dan mereka disuruh memberi pendapat, mungkin, saya rasa, pendapat mereka cuma 1 kalimat. Jika di internet, mungkin pendapatnya bisa 1 artikel, lebih panjang dari itu, mungkin..

Ingat, hidup kita BUKAN di dunia maya tapi di dunia nyata, dan lagi2 saya menemukan contoh orang yang berani berkomentar panjang lebar di dunia maya, tapi ketika bertemu langsung, hasilnya : diam.. seribu bahasa..

Menyedihkan mengingat internet social tidak sebagus real life social.. dimana kehidupan sosial lewat dunia maya tidak akan bisa memenuhi hasrat manusia normal dalam berkehidupan sosial, tentu, mereka hanya berhadapaan dengan monitor, melihat foto dan “ngomong” dengan cara mengetik tuts tuts keyboard mereka, sedang kan didunia maya, mereka akan lebih bebas dengan menggerakkan bibir mereka.

Penyimpangan

Terlalu lama bersenang2 dengan internet social tentu akan mengubah cara pandang manusia itu sendiri, yang tadinya membutuhkan sosialisasi dengan orang asli, kini mereka merasa nyaman dengan berinteraksi di internet. Senang malah. Saya rasa, tipe orang yang seperti ini disebabkan oleh 2 faktor, 1 bahwa pribadi itu memang pendiam dan kurang berani berbicara dan ketika menemukan internet, maka keluarlah hasrat sosial mereka untuk ngobrol, berpendapat, dan berkomentar. ke2 bahwa orang itu memang dulunya senang ngobrol, dan ketika menemukan internet, yang notabene digunakan lebih lama daripada mereka ngobrol dengan orang, sehingga lama-lama keberanian mereka tumpul.

Jangan lihat sebagian besar orang, lihat diri anda sendiri dan orang lain disekitar anda, karena memang hal ini terjadi pada beberapa orang.

Korban

Kodrat perempuan yang talkative mungkin cukup menekan penyebaran sindrom ini dikalangan kaum hawa, tapi kalau kita tilik ke kaum laki-laki, YA, banyak sekali dari mereka yang menjadi korban sindrom ini, kaum adam memang cenderung suka berinternet, entah karena pekerjaan atau karena hobi mereka (jika kita lihat perempuan lebih senang berkumpul, ngobrol2 dan shopping bareng, dan jika kita lihat laki-laki, mereka rata2 ngomong secukupnya, suka main game, tidak suka jalan-jalan)

Ciri

Mudah sekali melihat orang-orang/ menilai orang2 yang kena sindrom semacam ini, pertama, lakukan percobaan kepada orang yang anda curigai.

Coba untuk ajak dia ngobrol di internet, lewat fasilitas comment friendster dan chatting. Kedua, temui mereka dan ajak mereka ngobrol, apakah mereka topic starter yang baik? jika tidak, ya mereka terkena sindrom ini.

Ajak mereka chatting, lihat cara mereka mengekspresikan perasaan mereka, ketika mereka mendengar hal yang lucu, cara orang normal mengekspresikannya hanyalah hahahahahaha atau haha, atau hehehehehe atau hehe, hiks..

namun, jika anda menemui T.T, wkwkwkwk, wakakakakakkakaka, atau bahkan bwakakakakakakkakakakakakkakakakakakak.. itu berarti mereka kena syndrom ini..

jika mereka menggunakan cara pengetikan semacam ini :

gu3 seneng banget l0 hari ini.. ^^

itu juga patut di curigai, apalagi jika typing emot itu lengkap semisal :

(^.^)v

coba telpon mereka, ajak mereka ngobrol lalu anda stop membuka topik, jika dia tidak bisa membuka topik baru, YA, mereka adalah BoIP user yang baik

Spontanious Topic Starting

Kemampuan orang ngobrol dapat dilihat dari sini, bagaimana mereka bisa membuka topik pembicaraan agar pembicaraan tidak dirasa bosan adalah tolak ukur paling mudah, bagaimana kemampuan seseorang bersosialisasi. Orang yang BoIP biasa nya tidak bisa membuka topik dengan baik ketika berhadapan dengan orang atau mendengar suara orang(maklum, mereka hanya punya sekitar 15 detik untuk memikirkan topik yang baru) jika tidak maka pembicaraan akan terasa hambar dan kedua orang males mikir topik.

So, don’t be a BoIP, kemajuan internet harus diikuti pribadi yang visioner, pemberani dan menyenangkan, bukan makin membuat orang menjadi geek..

Topik penting dan menarik yang akan saya bahas hari ini adalah Friendster, sebuah situs yang sangat terkenal (10 besar akses internet dari Indonesia) yang merupakan trend baru social life di Internet. Friendster seperti nama web ini bertujuan agar di internet pun kita bisa cari temen, kenalan, atau pacar. Ya, memang, menurut saya, cukup benar lah. Sekarang kita lihat banyak sekali orang (Indonesia) punya account friendster, cukup mudah, hanya membuat account dengan email (asli ataupun palsu) lalu password, lalu kita bisa upload photo kita(baik asli maupun editan) dan langsung add-add teman “maya” tersebut.

Kenapa?

Mencari teman lewat situs sosial dunia maya seperti halnya friendster, cukup mudah, tinggal klik dan orang bisa tahu kita mau jadi teman nya di dunia maya ini. Orang tersebut tinggal approve dan kita menjadi temannya(dan akan dicantumkan di halaman profil orang tersebut) DAN tentu saja, jika kita tanya..

1. Apakah kamu kenal orang itu?

2. Apakah pernah bertemu orang itu?

3. Apakah pernah ngomong dengan orang itu?

Jawabannya, sudah pasti, TIDAK, namun hal ini dianggap remeh hingga sekarang asal sudah add fs orang tersebut, kita bisa bilang “Wah, dia temen fs gw”, lalu dengan istilah, fs-an, main fs, bisa dikaitkan dengan MENCARI TEMAN hingga memang membuat nyali anak muda jaman sekarang itu hanya ketik, kirim, sms-an, chatting”-an, namun kalo ketemu orangnya langsung, diem seribu bahasa.

Kenalan lewat internet sendiri, disinyalir tidak akan membuat hubungan persahabatan. Orang cenderung BISA mengubah kepribadian aslinya lewat internet, yang kesehariannya buruk, bisa terlihat baik HANYA dari cara mereka MENGETIK. Tentu, yang namanya teman tidak bisa dianggap gampangan, seorang yang BENAR-BENAR TEMAN tentu tahu kelebihan dan kekurangan temannya, terutama dalam aspek emosi dan psikologi. Sifat orang sangat beragam, namun MELALUI INTERNET, semua itu seakan-akan dapat ditutup-tutupi dan lebih parahnya lagi, DENGAN SANGAT MUDAH.

Hidup sosial dalam kehidupan nyata tidak semudah bersosialisasi dengan orang lewat dunia maya tersebut. Seperti kita ketahui, dalam hidup, tepatnya dalam berinteraksi dengan orang lain, ada berbagai macam cara untuk berinteraksi dengan beribu-ribu karakter kepribadian orang. Sehingga dengan keseringan nyandu hidup sosial di internet, kita akan kehilangan naluri kita untuk bersosialisasi dengan orang dalam dunia nyata.

Tumpul

Seperti yang saya singgung diatas, sebuah dampak yang mengerikan(dan saya rasa menjijikan) adalah bahwa orang dengan mudah mengajak orang berteman, ngobrol lewat fasilitas comment (dulu testimonial) dari friendster ini, mengenaskan di kehidupan nyatanya, orang yang kuper bisa terlihat gaul di internet, di kehidupan nyata nya belum tentu berani ngajak orang kenalan atau ngajak orang ngobrol. Orang yang senang ber-friendster ria BIASANYA adalah pribadi yang tertutup, dan MELAMPIASKAN kebutuhan sosialnya lewat internet, dan BAHKAN sebuah permasalahan di internet dapat membuat orang tersebut menjadi stress di dunia nyata.

Tolak Ukur

Friendster, dengan berbagai kemudahan yang dimilikinya, menjadi sebuah TOLAK UKUR kehidupan bersosial orang, orang yang punya “online friend” banyak dianggap orang yang easy going, orang yang “online friend”nya sedikit dianggap orang yang kuper, orang yang komentarnya banyak dianggap terkenal dan sebagainya. Friendster kemudian dijadikan tolak ukur yang meluas sekarang ini, dan tentu saja, berbagai sifat orang yang kemudian dituangkan dalam wadah komunitas ini yang menyebabkan semua itu, sebagai contoh, saya pernah menemukan orang yang menganggap dirinya terkenal karena punya account friendster hingga 8 buah, dan saya sendiri tidak kenal orangnya, saya di add friend dan saya kaget, 8 buah account diberi nama, jika orang itu namanya adalah A, maka account namenya dari A 1 sampai A8, secara bareng nge-add account saya, dan saya rasa, 1000 teman disemua account beliau pun hasil nge-add dan pasti tidak lebih dari 10% orang yang dia add pernah dia temui, dan tidak lebih dari 8% orang yang dia add kenal baik dengan dia.

Dan kemudian, fasilitas Comment dijadikan ajang ngobrol dengan sistem sama-sama untung, dua orang yang kemudian saling ngobrol via fasilitas comment ini berhasil menambah jumlah comment yang dia punya dengan isi seperti ini :

“Hi”

“Hi juga”

“Pagi”

“Pagi juga”

“Lagi ngapain?”

“main”

“main apa?”

“main game”

“main game apa?”

“game online”

“judulnya?”

“xxxyyyzzz”

“oh, bagus ga?”

“bagus kok”

“wah ya udh deh aku mau kerja lagi”

“ok”

“c you”

“bye”

“bye”

“gud luck ya di kerjanya”

“gud luck di main nya”

dengan sepotong waktu saja, mereka berhasil menambah  11 comment ke profil mereka, dan lebih menjijikan lagi jika commentnya itu diberi hiasan-hiasan “ala” chatting atau internet yang menimbulkan kesan baik hati, dan sebagainya (namun buat saya sih menjijikan) contohnya seperti ini :

“hI….^^ aPa kBar?.. LgY nGapain??(^-^)v.. aKu lagI dI sKuL niH..”

dan kemudian terkadang diberi salam penutup berupa paksaan..

“”hI….^^ aPa kBar?.. LgY nGapain??(^-^)v.. aKu lagI dI sKuL niH..

reP yupHHH.. (^_^)”

terkesan tidak enak dilihat menurut saya pribadi.

Lalu bagaimana kemudian dijadikan ajang ngobrol, seperti sebagai sebuah server chatting..

dengan komentar tambahan :

“oFF”

“bRb”

apalagi dengan bonus di shout out dengan tulisan Online atau Offline atau Away, Be Right Back dan sebagainya.

Sebuah salah penggunaan dari fasilitas comment ataupun testimonial tersebut.

Curhat?

Pada dasarnya setiap manusia mempunyai kelebihan untuk membantu teman nya dalam kehidupan dan adakalanya hal ini harus dilakukan ketika mereka berinteraksi one on one.

Oleh karena itu, sering kita dengar istilah-istilah seperti curhat dan segala macam namanya yang intinya salah seorang yang sedang bermasalah mengemukakan isi hatinya lalu meminta solusi dari orang yang dianggap bisa membantu.

Tapi, ada saja orang yang mengemukakan hal tersebut ke dunia maya, yakni lewat blog atau FS dan saya menemukan berbagai kejadian aneh yang dicurhatin lewat FS dan sepertinya tidak mendapatkan tanggapan yang berarti, istilahnya : useless. Orang lalu lalang dalam traffic internet sehingga tidak akan membaca curhat orang lain. Oleh karena itu, tindakan semacam ini akan terlihat seperti sebuah tindakan bodoh membuka aib sendiri. Kurang lebih semacam ini :

Shoutout :

“sori yuphh… gw vakum FS.. co gw mutusin gw gara” gw kenaLan sama orang lwat fs..”

seperti yg temen” bakal jawab, gw sendiri dalam hati menjawab “emang gw pikirin”.. terkesan lucu kalo orang terutama cowo yg udh ngejer2 cewe lalu bertindak sedemikian rupa buat mendapatkan perasaan sang cewe lalu mutusin cewe tersebut karena cewe tersebut kenalan dengan cowo lain.. Seperti udh gw tulis diatas, (kalau teman” lagi ngejer cewe), usahakan jangan kenalan lewat friendster dan jangan pedulikan cowo lain yang kenalan lewat friendster.

Lalu seperti blog ini :

dear blog,(<<menurut gw ni mestinya dear diary ya).. gw ga tau harus milih jalan yang mana, akhirnya gw putusin aja cowo itu, gw rasa gw masi sayang banget sama dia tapi gw ga ngerasa gw bisa ngelanjutin hubungan kita (ok, menurut gw lu udh ga sayang ama dia). Gw akan selalu perhatiin dia. Gw ga tau kenapa, gw ga bisa hidup sendirian(bonyok lu kemana oiii), dan si “x” itu baik banget ama gw, dia perhatian banget, so untuk saat ini gw bakal pilih dia untuk jadi pasangan gw (jd intinya lu masi sayang ga sama co lu yg lama?)

posting blog diatas terlihat rancu dan muter-muter tanpa arah dan sekali lagi klo gw disuru comment buat posting ini, gw bakal tulis..”SO WHAT..”

karena pada dasarnya kalau orang ga kenal deket sama orang, sehingga ga tau masalahnya maka dia gak akan bisa ngasi solusi buat orang itu, sedangkan yang buka blog ORANG ini belum tentu temen baiknya, dan terlihat malah mengumbar” masalah yang menurut saya sifatnya personal ini.

Ancaman

Kali ini, mari kita sorot, BULLETIN BOARD sebagai tempat untung menaruh pengumuman penting yang disediakan oleh friendster, tapi lihat isinya sekarang di friendster account anda, kebanyakan hanya berisi 30Ques, 20 Ques dan sebagainya dan 80% isinya itu biasanya semacam buletin berantai berisi tidak berguna yang dibumbui ancaman untuk merepost buletin tersebut(yang gunanya untuk menuh-menuhin database friendster){hipotesis saya, ini dilakukan oleh situs tandingan friendster ato perusahaan yang mau mengakuisisi friendster)

seperti ini.:

Friday, 22 August, 2008